Thursday, August 23, 2007

Kendalikan Naluri, Jangan Matikan

Allah menciptakan naluri dalam diri setiap manusia. Oleh karenanya, ia tidak boleh dimusnahkan. Yang harus dilakukan adalah mengendalikannya. Adanya naluri pada manusia merupakan sebuah keharusan untuk menjaga kelanjutan dan kesempurnaan generasi manusia.

Kita bisa membayangkan bagaimana jika tidak ada rasa lapar, maka manusia akan mati karena kekurangan nutrisi. Bagaimana jika tidak ada marah? Tanpa adanya ”marah” maka manusia mungkin tidak akan membela dirinya. Jika tidak ada kebutuhan biologis maka kita akan menyaksikan banyak generasi manusia akan terputus.

Tetapi untuk menyalurkannya harus melalui jalan yang benar. Naluri manusia dapat diibaratkan seperti tabung gas elpiji di rumah. Bila ia disalurkan ke kompor gas secara benar, maka akan hasilnya adalah pembakaran dan masaknya makanan. Namun, apabila disalurkan secara tidak benar, maka hasilnya adalah peledakan dan bahaya.

Menghias diri untuk menarik kaum pria bagi seorang wanita merupakan sebuah naluri. Bila naluri ini diterapkan di dalam rumah, maka akan memperindah dan meningkatkan kasih sayang. Namun, bila naluri ini diterapkan di jalan-jalan dan tempat umum, maka bisa-bisa akan menggoyahkan rumah tangga lainnya.

Selain itu, pemandangan-pemandangan jalanan semacam ini mungkin juga akan menerpa jiwa-jiwa para bujangan. Bagaikan api yang membakar dan melelehkan lilin, dan membisiki pikiran mereka untuk memerkosa. Akibatnya adalah banyaknya pelarian dari rumah, pengancaman, bunuh diri, perzinaan, depresi dan munculnya anak-anak haram.

Jadi tugas kita adalah mengendalikan naluri, bukan mematikannya. Menyalurkannya pada tempatnya akan memberikan manfaat. Sedang salah menggunakannya akan berakibat fatal, baik untuk diri kita sendiri ataupun orang lain. [undzurilaina]

No comments:

Post a Comment